Ade menegaskan lembaganya mendukung penuh komitmen pemerintah dalam mencegah segala bentuk praktik yang merugikan masyarakat, khususnya para petani kecil yang menggantungkan nafkah pada komoditas ini. Penegakan hukum, kata dia, tidak akan segan diterapkan jika ditemukan pelanggaran nyata.

“Kami tidak akan segan melakukan penegakan hukum secara tegas sesuai koridor hukum yang berlaku,” ujar Ade.

Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turun langsung menyuarakan keberpihakan pemerintah. Ia menegaskan ada sekitar 15 juta petani sawit yang nasibnya ditentukan oleh pergerakan harga TBS. Angka yang bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari jutaan keluarga yang menggantungkan dapur mereka pada komoditas ini.

Amran menyebutkan bahwa perintah Presiden sudah sangat jelas: bela petani, kembalikan harga TBS ke posisi yang semestinya. Bahkan, menurutnya, harga TBS seharusnya berpotensi naik—bukan turun—mengingat dua faktor pendorong utama, yakni kenaikan harga CPO dunia dan penguatan dolar terhadap rupiah, sedang berjalan bersamaan.

“Tidak ada alasan harga TBS justru turun,” tegas Amran.



Follow Widget