Ia menegaskan bahwa fokus utama pemerintah bukan pada respons panik terhadap fluktuasi nilai tukar, melainkan menjaga fondasi ekonomi agar pembangunan nasional tidak terganggu. Dalam pandangannya, stabilitas jangka panjang jauh lebih penting daripada reaksi impulsif terhadap gejolak sesaat.

“Saya akan fokus jaga fondasi ekonomi dengan memastikan pembangunan ekonomi tidak terganggu,” katanya menegaskan arah kebijakan.

Salah satu instrumen yang akan diaktifkan secara lebih agresif adalah Bond Stabilization Fund atau BSF — skema intervensi Kementerian Keuangan di pasar obligasi. Langkah masuk ke pasar ini sebenarnya sudah dimulai sejak pekan lalu, namun Purbaya menyatakan intervensi akan diperbesar secara signifikan mulai hari ini.

Mekanisme kerja BSF cukup strategis. Ketika harga obligasi tertekan, investor asing yang memegang surat utang negara berpotensi mengalami kerugian modal atau capital loss. Kekhawatiran itulah yang kerap memicu eksodus modal asing secara bersamaan, yang pada akhirnya menekan nilai rupiah lebih dalam.