Summarize the post with AI

PUNGGAWANEWS, INFOGRAFIK — Umat Islam di Tanah Air mulai bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Berdasarkan perhitungan terkini, awal puasa diperkirakan jatuh dalam waktu sekitar 34–35 hari ke depan. Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, potensi perbedaan penetapan awal Ramadhan antara organisasi masyarakat Islam dan pemerintah kembali mencuat.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan tersebut diumumkan secara resmi berdasarkan metode hisab yang selama ini menjadi pedoman Muhammadiyah.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) bersama Nahdlatul Ulama (NU) diperkirakan akan memulai ibadah puasa pada Kamis, 19 Februari 2026. Kepastian awal Ramadhan versi pemerintah akan ditentukan melalui Sidang Isbat yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026.

PP Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 1447 H menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal dengan berpedoman pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Berdasarkan perhitungan tersebut, awal puasa jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, dan berlaku secara global sesuai prinsip kesatuan matlak.

Dengan penetapan tersebut, Muhammadiyah juga memperkirakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah menetapkan awal Ramadhan melalui Sidang Isbat yang mengombinasikan metode hisab dan rukyatul hilal di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menyampaikan bahwa meskipun kalender Hijriah pemerintah dan sejumlah ormas mencantumkan 1 Ramadhan pada 19 Februari 2026, keputusan resmi tetap menunggu hasil Sidang Isbat.

Sidang Isbat akan melibatkan unsur pemerintah, ulama, pakar astronomi, serta perwakilan organisasi masyarakat Islam, termasuk NU. Selama ini, NU cenderung sejalan dengan keputusan pemerintah karena sama-sama mendasarkan penetapan awal bulan pada hasil rukyatul hilal.

Secara internasional, perkiraan awal Ramadhan 2026 juga menunjukkan variasi. Lembaga kemanusiaan Muslim Aid memprediksi Ramadhan dimulai sekitar 19 Februari 2026, bergantung pada hasil pengamatan hilal di masing-masing negara.

Human Relief Foundation memperkirakan Ramadhan dimulai pada malam Rabu, 18 Februari 2026, dan berakhir pada malam Kamis, 19 Maret 2026. Sementara itu, Dubai’s Islamic Affairs and Charitable Activities Department (IACAD) memprediksi awal Ramadhan berada pada rentang 17–19 Februari 2026, dengan kecenderungan jatuh pada 18 Februari.

Dengan waktu yang kian dekat, umat Islam diimbau mulai mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah tersebut. Persiapan meliputi penyelesaian qadha puasa, peningkatan ibadah, serta kesiapan fisik dan mental.

Informasi mengenai awal puasa juga menjadi penting bagi masyarakat dalam menyusun agenda kerja, kegiatan pendidikan, hingga perencanaan libur Lebaran 2026.

Pemerintah sendiri telah menetapkan jadwal libur dan cuti bersama Idul Fitri 1447 H melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri. Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 21–22 Maret 2026, dengan cuti bersama di beberapa hari sekitarnya.

Keputusan Sidang Isbat Kemenag nantinya akan menjadi rujukan resmi bagi umat Islam di Indonesia dalam memulai ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah.

_________________________________

Dapatkan Update Berita Terkini dari PUNGGAWANEWS, PUNGGAWALIFE, PUNGGAWASPORT, PUNGGAWATECH, PUNGGAWAFOOD,
Klik Disini jangan Lupa Like & Follow!
__________________________________

🏮
🏮
🏮
🟢
🟢
🌙 Hitung Mundur Hari Raya Idul Fitri 1447 H
0
Hari
0
Jam
0
Menit
0
Detik
PUNGGAWANEWS.COM