SINJAI, PUNGGAWANEWS – Suasana haru menyelimuti Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sinjai, Minggu malam, 14 Juni 2026. Sebanyak 44 jemaah haji asal Kabupaten Sinjai yang tergabung dalam Kloter 17 Debarkasi Makassar akhirnya menginjakkan kaki kembali di kampung halaman, disambut oleh jajaran pemerintah daerah dan keluarga yang telah menanti.

Kepulangan ini mengakhiri perjalanan panjang ibadah haji Tahun 1447 Hijriah bagi warga Sinjai. Rombongan sebelumnya telah mendarat di Tanah Air dan disambut langsung oleh Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, di Asrama Haji Sudiang Makassar pada pagi harinya.

Perjalanan darat dari Makassar menuju Sinjai melewati Kabupaten Takalar, Jeneponto, dan Bantaeng berlangsung lancar di bawah pengawalan Satlantas Polres Sinjai dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sinjai. Rombongan tiba di Sinjai tepat pukul 20.55 WITA.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, hadir mewakili Bupati untuk menyambut para tamu Allah tersebut. Ia berdiri di garis terdepan penerimaan resmi yang dihadiri pula oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Sinjai, unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, Pimpinan Baznas, para Staf Ahli Bupati, Asisten Setdakab, kepala OPD, serta seluruh camat se-Kabupaten Sinjai.

Momen itu bukan sekadar seremonial. Di balik sambutan resmi, ada keharuan yang terasa nyata ketika satu per satu jemaah memasuki aula dan bertemu dengan wajah-wajah yang sudah lama menunggu.

“Atas nama Bupati Sinjai bersama seluruh jajaran Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Sinjai, kami mengucapkan selamat datang kembali di Bumi Panrita Kitta,” ujar Andi Jefrianto dalam sambutannya yang disambut tepuk tangan hangat.

Sekda menegaskan bahwa kepulangan para jemaah bukan hanya kebahagiaan pribadi maupun keluarga. Lebih dari itu, ada harapan besar yang diletakkan masyarakat Sinjai di pundak mereka sebagai orang-orang yang baru kembali dari perjalanan spiritual terlengkap dalam Islam.

Pengalaman di Tanah Suci, kata Sekda, diharapkan mampu memberi warna baru bagi kehidupan sosial dan keagamaan di daerah. Para jemaah diyakini telah menyaksikan dan merasakan hal-hal yang tak bisa sekadar diceritakan—sebuah transformasi batin yang semestinya terpancar dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Sekda juga memberikan apresiasi tulus kepada para jemaah yang telah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah di tengah kondisi cuaca ekstrem Makkah dan padatnya jutaan jamaah dari berbagai penjuru dunia. Tidak mudah untuk bertahan dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, mulai dari masa penantian keberangkatan hingga prosesi terakhir di Muzdalifah dan Mina.

“Di Arafah, Muzdalifah, Mina, hingga saat melontar jumrah, saya yakin ada doa-doa yang dipanjatkan untuk kampung halaman tercinta. Semoga doa tersebut menjadi berkah dan penjaga bagi daerah kita dari berbagai cobaan,” tuturnya dengan penuh harap.

Dalam bagian inti sambutannya, Sekda menyampaikan tiga pesan penting yang perlu dipegang oleh para jemaah sepulang dari Tanah Suci. Ketiganya bukan sekadar nasihat biasa, melainkan amanah yang lahir dari kesadaran bahwa gelar haji membawa tanggung jawab sosial yang besar.

Pertama, menjaga nama baik Kabupaten Sinjai dengan menunjukkan sikap santun, rendah hati, dan menjadi penyejuk di lingkungan masing-masing. Seorang haji mabrur mestinya terlihat bukan hanya dari gelarnya, tetapi dari cara ia berinteraksi dengan tetangga, keluarga, dan komunitasnya.

Kedua, menjaga kesehatan pasca perjalanan panjang. Badan yang kelelahan usai berbulan-bulan beribadah membutuhkan istirahat cukup, asupan gizi yang baik, serta pemeriksaan medis jika diperlukan. Ini bukan kemewahan, melainkan kebutuhan agar para jemaah bisa kembali aktif berkontribusi.

Ketiga, menjadikan predikat haji dan hajjah sebagai motivasi nyata untuk meningkatkan kepedulian sosial. Sinjai membutuhkan kontribusi aktif dari warganya, dan para haji diharapkan menjadi bagian dari kekuatan itu—bukan hanya dalam urusan ritual, tetapi juga dalam membangun kebersamaan warga.

“Mari kita buktikan bahwa gelar haji dan hajjah bukan sekadar status, tetapi menjadi inspirasi dalam meningkatkan kualitas sosial dan keagamaan masyarakat. Mari bersama-sama membangun Sinjai yang lebih religius, mulai dari memakmurkan masjid hingga membantu sesama yang membutuhkan,” pesannya.

Sebelum menutup sambutan, Sekda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Ia menyebut satu per satu: petugas pendamping, keluarga jemaah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), TNI, Polri, Dinas Kesehatan, dan seluruh unsur terlibat lainnya.

Apresiasi itu bukan basa-basi. Di balik kepulangan 44 jemaah yang sehat dan selamat, ada kerja keras banyak pihak yang bekerja jauh dari sorotan publik namun perannya tidak bisa diabaikan.

Acara penyambutan resmi tersebut menjadi penutup sempurna dari rangkaian panjang penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M bagi warga Sinjai. Setelah berbulan-bulan berpisah dari keluarga dan kampung halaman, 44 tamu Allah itu akhirnya pulang—membawa rindu yang terbayar lunas dan doa-doa yang mereka titipkan dari Tanah Suci untuk Bumi Panrita Kitta.

FAQ

Berapa jumlah jemaah haji Kabupaten Sinjai yang kembali pada tahun 2026?
Sebanyak 44 jemaah haji asal Kabupaten Sinjai yang tergabung dalam Kloter 17 Debarkasi Makassar tiba kembali di kampung halaman pada Minggu, 14 Juni 2026.

Siapa yang menyambut kepulangan jemaah haji Sinjai secara resmi?
Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, mewakili Bupati Sinjai dalam acara penyambutan resmi yang digelar di Aula Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sinjai.

Apa pesan utama yang disampaikan kepada jemaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci?
Sekda Sinjai berpesan tiga hal: menjaga nama baik daerah dengan sikap santun, menjaga kesehatan pasca perjalanan, serta menjadikan predikat haji sebagai motivasi nyata untuk meningkatkan kepedulian sosial dan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Sinjai.



Follow Widget