“Mungkin saja dia tidak bisa menjadi buruh pelabuhan. Menjadi petani, bahkan buruh tani pun mungkin ia tidak sanggup,” kata Prabowo dengan suara berat, menggambarkan betapa dalamnya dampak stunting terhadap masa depan generasi muda Indonesia.
Pernyataan itu bukan hiperbola. Data selama ini memang menunjukkan bahwa stunting memengaruhi kapasitas kognitif dan fisik anak secara permanen jika tidak ditangani sejak dini. Program MBG lahir dari kegelisahan nyata atas kenyataan tersebut.
Namun justru di sinilah persoalan baru muncul. Di tengah upaya serius pemerintah memastikan setiap anak mendapat asupan bergizi setiap pagi sebelum belajar, muncul ancaman dari dalam: praktik korupsi yang mencoba menggerogoti program tersebut.
Prabowo tidak menyebut nama. Ia juga tidak merinci kasus spesifik. Tapi kalimatnya jelas dan tak bertele-tele. Siapa pun yang berniat menyelewengkan makanan yang diperuntukkan bagi anak-anak Indonesia, menurut Presiden, adalah manusia yang tidak memiliki nilai kemanusiaan sama sekali.
“Ini orang biadab. Ini orang yang tidak pantas kita hormati,” tegasnya di hadapan sidang.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.