“Buruh adalah anak-anak bangsa. Petani adalah anak bangsa. Nelayan anak bangsa. Semuanya. Para pemimpin, para politisi, para birokrat hanya petugas — hanya penerima mandat, hanya mereka yang diberi kepercayaan untuk memimpin,” ucap Prabowo tegas.

Kalimat itu bukan retorika kosong. Setidaknya begitu pesan yang ingin disampaikan Presiden kepada para pelaku usaha, pejabat, dan pengambil kebijakan yang hadir maupun yang mendengar dari jauh.

Saat melihat kondisi kamar Marsinah yang sengaja dipertahankan seperti aslinya, Prabowo mengaku tersentuh sekaligus marah. Ia menyebut ada pemimpin pengusaha yang menyimpan niat jahat demi keuntungan pribadi — dan itu, katanya, sama sekali tidak sejalan dengan dasar berdirinya Republik Indonesia.

“Saya lihat perjuangan beliau dan saya prihatin dengan peristiwanya. Bahwa ada seorang pimpinan pengusaha yang punya pemikiran-pemikiran jahat demi keuntungan yang besar. Ini tidak sesuai dengan dasar berdirinya Republik kita,” ungkapnya.