Fenomena kompetisi followers di aplikasi resmi Kwarnas ini mencerminkan transformasi Gerakan Pramuka yang semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi. Pramuka tidak lagi identik semata dengan tali temali dan morse — kini hadir pula dimensi digital yang menjadi arena ekspresi baru bagi anggota muda.

Penghargaan yang diterima Dzulhilmy di panggung Cibubur malam itu bukan sekadar trofi atau hadiah. Ini adalah pengakuan bahwa semangat ber-Pramuka bisa menyala di mana saja — di lapangan, di tenda, maupun di layar gawai.

Bagi sang penerima penghargaan, momen itu tentu tak akan mudah terlupakan. Seorang anak bungsu dari keluarga Pramuka di Sinjai, berdiri di panggung nasional, menerima tepuk tangan dari ribuan peserta Jamnas — sebuah perjalanan yang dimulai dari gugus depan kecil di SMP Negeri 7 Sinjai.

Kini, nama Muhammad Dzulhilmy Hafidzurrisqy tercatat dalam sejarah Jamnas XII sebagai pemegang followers terbanyak di aplikasi Ayo Pramuka Kwarnas. Sebuah prestasi yang membuktikan bahwa semangat, konsistensi, dan dukungan keluarga adalah kombinasi yang tak terkalahkan — di mana pun dan dalam bentuk apa pun kompetisi itu digelar.



Follow Widget