Lebih dari sekadar prestasi pribadi, pencapaian Dzulhilmy adalah cerminan dari sebuah tradisi keluarga. Ia lahir sebagai putra bungsu dari tiga bersaudara dalam keluarga besar Pramuka — buah hati dari Kak Roel Hamid dan Kak Sriani. Kedua kakaknya telah lebih dulu menorehkan jejak serupa, mewakili Kwarcab Sinjai di ajang regional hingga nasional.
Keluarga ini bisa disebut sebagai keluarga Pramuka dalam arti sesungguhnya. Bukan hanya karena anak-anaknya aktif berseragam coklat, tapi karena semangat itu tampaknya dari dalam rumah, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Bagi Kwartir Cabang Sinjai, keberhasilan Dzulhilmy membawa pulang Jamnas Award adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Di tengah kontingen dari berbagai kabupaten dan kota besar, nama Sinjai kembali berhasil mengukir prestasi di panggung nasional.
Kontingen Kwarcab Sinjai sendiri datang ke Jamnas XII membawa harapan besar dari bumi Sulawesi Selatan. Kehadiran mereka bukan sekadar untuk mengikuti kegiatan, melainkan untuk membuktikan bahwa Pramuka dari daerah pun mampu bersaing dan berprestasi di level tertinggi.
Jamnas XII yang berlangsung di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur menjadi salah satu hajat terbesar Gerakan Pramuka Indonesia tahun ini. Ribuan peserta dari seluruh provinsi berkumpul, bukan hanya untuk berkemah dan berkegiatan, tetapi juga untuk saling mengukur diri — termasuk kini di ranah digital.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.