Di balik pernyataan itu terdapat kalkulasi yang sederhana namun menohok. Prabowo menyebut bahwa jika kekayaan negara berhasil dikendalikan sepenuhnya, dana yang tersedia akan lebih dari cukup untuk memperbaiki seluruh sendi kehidupan berbangsa. Sebaliknya, jika kebocoran terus dibiarkan, tidak ada jalan menuju kesejahteraan yang sesungguhnya.

“Ini adalah masalah survival. 287 juta rakyat Indonesia tidak mungkin hidup baik, hidup sejahtera kalau kekayaannya diambil tiap hari, tiap minggu, tiap bulan,” tegasnya.

Prabowo tidak hanya berbicara tentang angka dan aset. Ia membawa diskusi ke ranah yang lebih mendasar: sistem keadilan. Menurutnya, penegakan hukum yang kuat harus berjalan beriringan dengan lembaga peradilan yang bersih dan berwibawa.

Kepala Negara menyatakan keyakinannya bahwa persoalan korupsi dan ketidakadilan pada akhirnya harus diselesaikan melalui jalur yudikatif. Namun untuk itu, sistem peradilan sendiri harus terlebih dahulu diperkuat dari dalam — dimulai dari para hakimnya.