JAKARTA, PUNGGAWANEWES – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono ke Istana Merdeka, Selasa, 12 Mei 2026. Pertemuan itu bukan sekadar audiensi rutin — sejumlah agenda infrastruktur berskala nasional dibahas langsung oleh kepala negara bersama menteri yang akrab disapa AHY tersebut.

Salah satu topik paling krusial yang mengemuka adalah rencana pembangunan tanggul laut di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa. Proyek ambisius ini dirancang sebagai benteng jangka panjang menghadapi ancaman nyata yang kian mendesak: kenaikan permukaan air laut yang terus merayap naik setiap tahunnya.

Jutaan warga yang bermukim di kawasan pantura Jawa selama ini hidup dalam bayang-bayang risiko banjir rob dan intrusi air laut. Tanggul laut diharapkan tidak hanya menjadi pelindung fisik, tetapi juga menjaga ketahanan lingkungan dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir di masa mendatang.

Pemerintah menyebut rencana ini masih dalam tahap pematangan. Artinya, kajian teknis, pembiayaan, hingga dampak sosial-lingkungan masih terus digodok sebelum groundbreaking dapat dilakukan.