Pesantren 1.000 Santri Bisa Kelola Dapur MBG Sendiri, Ini Caranya
JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Pemerintah membuka jalan bagi pesantren besar untuk mengelola sendiri program makan bergizi gratis. Wakil Menteri Agama Muhammad Syafii menegaskan, pesantren dengan jumlah santri di atas seribu orang kini dapat membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG secara mandiri tanpa harus menunggu distribusi dari dapur umum yang dikelola Badan Gizi Nasional.
Pernyataan itu disampaikan Romo Syafii—sapaan akrab Wamenag—kepada awak media di Jakarta pada Senin, 11 Mei 2026, usai pertemuan yang membahas percepatan implementasi Program Makan Bergizi Gratis di lingkungan pendidikan keagamaan.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut ke kalangan santri yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau layanan MBG. Dengan memberi ruang bagi pesantren besar untuk membangun dapur sendiri, pemerintah berharap percepatan distribusi makanan bergizi bisa berjalan lebih efektif di lingkungan pesantren.
Mekanismenya, yayasan pesantren dapat mengajukan permohonan langsung kepada Badan Gizi Nasional untuk mendirikan dapur mandiri di lingkungan mereka. Pengajuan itu akan menjadi pintu masuk agar pesantren segera bisa melayani kebutuhan gizi santri secara internal, tanpa bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.