JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Lebih dari 138 ribu jemaah haji Indonesia kini tengah menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci, dan untuk pertama kalinya pengawasan layanan mereka dikendalikan secara penuh oleh sistem digital terintegrasi yang dirancang merespons setiap kendala secara real-time.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan bahwa transformasi digital menjadi tulang punggung penyelenggaraan haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Bukan sekadar pembaruan teknologi, ini adalah pergeseran mendasar dalam cara pemerintah melindungi dan melayani jutaan tamu Allah dari Indonesia.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengumumkan hal itu dalam keterangan resmi di Media Center Haji Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026. Saat berbicara, penyelenggaraan haji tahun ini telah memasuki hari ke-22 masa operasional.

“Secara umum, seluruh layanan berjalan dengan baik, mulai dari pemberangkatan di Tanah Air, kedatangan di Arab Saudi, akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga pembinaan ibadah,” ujar Maria. Ia menambahkan bahwa pendampingan petugas dilakukan di seluruh titik layanan tanpa terkecuali.