Tak ketinggalan, sektor industri perhiasan turut masuk dalam agenda pembahasan. Pemerintah berencana menyesuaikan regulasi agar industri ini dapat memanfaatkan fasilitas PPN untuk produk dengan kandungan logam mulia berkadar 99,9 persen. Langkah ini ditempuh melalui perbaikan regulasi yang saat ini sedang disiapkan.

Rapat strategis ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran mereka mencerminkan betapa lintas sektoral dan seriusnya pembahasan yang berlangsung.

Semua program yang dibahas dalam rapat tersebut belum sepenuhnya final. Masing-masing masih melewati proses pematangan dan penyiapan regulasi sebelum dapat diimplementasikan. Namun arah kebijakannya sudah jelas: pemerintah ingin memastikan daya beli masyarakat terjaga di penghujung 2026, sekaligus membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan inklusif memasuki tahun 2027.

Momentum pertumbuhan ekonomi yang mulai terbentuk tampaknya ingin dijaga ketat oleh pemerintahan Prabowo. Dengan paket stimulus yang menyentuh banyak lini — dari bantuan pangan, subsidi upah, perumahan, vokasi, hingga perlindungan pekerja — taruhan kebijakan ini cukup besar. Implementasi yang tepat sasaran akan menjadi kunci apakah program-program ini benar-benar mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat, atau sekadar menjadi daftar janji yang menunggu giliran direalisasikan.



Follow Widget