Memasuki tahun 2027, pemerintah tidak hanya melanjutkan program yang sudah berjalan, tetapi juga memperluas jangkauannya secara signifikan. Program Magang di Kementerian Ketenagakerjaan direncanakan dilanjutkan dengan target 150 ribu peserta, sementara Program Vokasi disiapkan untuk menjangkau 300 ribu orang. Dua program ini diarahkan untuk mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing di pasar kerja modern.
Di sisi perpajakan, insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah untuk pekerja berpenghasilan di bawah Rp10 juta per bulan akan diperluas secara drastis pada 2027. Jika tahun ini insentif tersebut hanya menyentuh sektor padat karya dan pariwisata, tahun depan seluruh sektor akan ikut menikmatinya dengan estimasi penerima manfaat mencapai 7,5 juta pekerja. Ini adalah ekspansi kebijakan yang cukup berani dan berpotensi menggerakkan konsumsi secara lebih luas.
Sektor perumahan juga mendapat perhatian serius. Fasilitas PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) direncanakan berlanjut pada 2027 untuk pembelian rumah hingga Rp2 miliar. Lebih dari itu, pemerintah juga menyiapkan skema insentif untuk rumah dengan harga hingga Rp5 miliar, dengan dasar insentif sebesar Rp2 miliar. Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong geliat pasar properti yang belakangan mulai melambat.
Masih berkaitan dengan perlindungan pekerja, pemerintah membahas keberlanjutan relaksasi iuran Jaminan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi pekerja bukan penerima upah. Selain itu, manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) selama enam bulan juga akan disesuaikan berdasarkan kelompok penghasilan. Ketentuan teknis keduanya masih dalam tahap pematangan bersama Kementerian Keuangan.
Satu lagi inovasi yang diumumkan adalah program KPR bersubsidi baru yang menyasar masyarakat berpenghasilan tetap sekitar Rp17 juta per bulan. Dengan bunga kredit sebesar 6 persen dan nilai rumah hingga Rp500 juta, skema ini hadir sebagai pelengkap program sebelumnya yang difokuskan bagi pelaku UMKM dengan penghasilan tidak tetap. Artinya, kini dua segmen yang berbeda secara ekonomi dapat mengakses fasilitas hunian yang selama ini terasa jauh dari jangkauan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.