Prabowo juga menyentuh isu ekonomi yang selama ini menghimpit pelaku usaha mikro dan pekerja informal. Bunga pinjaman PNM Mekaar—yang menyasar perempuan pengusaha kecil—dipangkas drastis dari 25 persen menjadi 8 persen. Langkah ini dinilai sebagai napas segar bagi jutaan perempuan yang mengandalkan pinjaman mikro untuk menghidupi usaha rumahan mereka.
Tidak ketinggalan, potongan aplikator ojek online juga dipangkas dari 20 persen menjadi 8 persen—sebuah kebijakan yang disambut hangat oleh ratusan ribu pengemudi ojol di seluruh Indonesia. Bagi mereka yang menghitung penghasilan per kilometer, selisih 12 persen itu bukan angka kecil.
Di sektor pertambangan, pemerintah melaporkan penutupan 1.000 tambang timah ilegal. Hasilnya langsung terasa: keuntungan PT Timah melonjak hingga sembilan kali lipat. Ini menjadi sinyal bahwa pemberantasan praktik ilegal bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga strategi ekonomi yang menguntungkan negara.
Menutup pidatonya, Prabowo menghadirkan delapan tamu istimewa yang menjadi simbolisasi nyata dari hasil kerja pemerintah. Mereka bukan tokoh penting atau pejabat negara, melainkan wajah-wajah dari rakyat biasa yang kehidupannya telah bersentuhan langsung dengan program-program pemerintah.
Presiden menekankan bahwa semua capaian ini bukan alasan untuk berpuas diri. “Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat,” ujarnya dengan lantang di hadapan sidang.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.