Usai pengucapan sumpah, ketiga pejabat baru itu menandatangani berita acara pelantikan secara berurutan: pertama Sudaryono sebagai Kepala BGN, kemudian Doni Ermawan Taufanto sebagai Rektor, dan terakhir Prof. Yos Sunityoso sebagai Wakil Rektor. Presiden Prabowo turut membubuhkan tanda tangannya sebagai saksi dan pengukuh resmi jabatan mereka.
Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari Presiden dan Wakil Presiden kepada para pejabat yang baru dilantik, diikuti oleh tamu undangan lainnya.
Pengangkatan Sudaryono di posisi Kepala BGN bukan tanpa konteks. BGN adalah lembaga yang lahir sebagai bagian langsung dari visi besar Prabowo sejak masa kampanye: memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup melalui program makan bergizi gratis. Program ini telah berjalan sejak awal 2025 dan menjangkau jutaan pelajar di seluruh pelosok negeri.
Dengan skala operasional sebesar itu, jabatan Kepala BGN memerlukan figur yang tak hanya paham tata kelola birokrasi, tetapi juga mampu menggerakkan mesin distribusi yang masif dan efisien. Sudaryono, yang sebelumnya dikenal dalam lingkaran kebijakan pertanian nasional, dipercaya membawa perspektif baru dalam penguatan sistem pangan dan gizi nasional.
Pergantian kepala BGN di tengah jalan program ini juga mengundang perhatian publik. Sejumlah kalangan menyoroti bagaimana transisi kepemimpinan ini akan berdampak pada kesinambungan program yang sudah berjalan. Nanik S Deyang, pendahulu Sudaryono, dikenal sebagai sosok yang ikut membangun fondasi kelembagaan BGN dari awal berdirinya lembaga ini.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.