Prabowo juga menyinggung pentingnya kesinambungan dalam pembangunan bangsa. Ia mengapresiasi kebijakan pemerintahan sebelumnya yang meletakkan fondasi hilirisasi, dan menegaskan bahwa pemerintahannya akan melanjutkan langkah itu dengan penuh komitmen.

“Pembangunan bangsa bukan upaya singkat. Ini adalah perjuangan dan perjalanan panjang,” ujar Prabowo, menggunakan metafora “long march” untuk menggambarkan proses transformasi industri yang sedang berlangsung.

Ekspor perdana baterai kendaraan listrik dari Weda Bay menjadi penanda bahwa Indonesia bukan lagi sekadar eksportir bahan mentah. Rantai nilai nikel — dari bijih nikel, feronikel, nikel sulfat, prekursor, material baterai, hingga baterai jadi dan alat berat kendaraan listrik — kini terangkai penuh di dalam negeri.

Kawasan IWIP mencatat nilai ekspor kumulatif sekitar 11 miliar dolar AS sejak berdiri. Bila digabung dengan kawasan IMIP di Morowali, total ekspor dari dua kawasan industri nikel terbesar Indonesia itu mencapai 28 miliar dolar AS — setara 10 persen dari total ekspor Indonesia.

Program tanggung jawab sosial perusahaan juga menjangkau 32 desa di sekitar kawasan industri dan tambang, dengan total pengeluaran CSR lebih dari Rp600 miliar. Pembangunan jalan, beasiswa, penyediaan air bersih, hingga pemberdayaan UMKM menjadi bagian dari komitmen sosial kawasan ini.



Follow Widget