JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Dua pemimpin negara bertemu di Istana Merdeka dan menutup pertemuan dengan deretan kesepakatan strategis yang menjadi tonggak baru hubungan Jakarta dan Minsk.

Presiden Prabowo Subianto menyambut Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko dalam kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026. Pertemuan bilateral itu menghasilkan satu dokumen penting yang akan menjadi kompas hubungan kedua negara dalam lima tahun ke depan: Peta Jalan Penguatan Kerja Sama Indonesia–Belarus 2026–2030.

Kunjungan ini bukan yang pertama, namun memiliki bobot yang berbeda. Lukashenko terakhir menginjakkan kaki di Indonesia lebih dari 13 tahun lalu. Kini ia kembali, dan sambutan Prabowo mencerminkan betapa kedua negara melihat momentum ini sebagai peluang nyata untuk membangun kemitraan yang lebih dalam dan konkret.

“Kunjungan Presiden Lukashenko mencerminkan semakin eratnya hubungan persahabatan Indonesia dan Belarus di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian,” ujar Prabowo dalam keterangan pers bersama usai pertemuan.

Peta jalan yang diluncurkan bukan sekadar dokumen seremonial. Ia menjadi kerangka kerja yang akan memandu kolaborasi kedua negara di berbagai sektor—dari industri, budaya, kesehatan, hingga keuangan dan riset ilmiah—selama lima tahun ke depan.



Follow Widget