Presiden menilai derasnya arus perkembangan teknologi membuat hubungan antarnegara semakin erat, sehingga gejolak di belahan dunia lain pun bisa berdampak langsung pada Indonesia. Karena itu, menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia kampus menjadi semakin mendesak.
Di sela rangkaian sarasehan, ada momen personal yang turut mencuri perhatian. Presiden Prabowo memperlihatkan dokumentasi lama saat dirinya memberikan presentasi di Universitas Gadjah Mada, sekitar 22 tahun silam, bersama almarhum Prof. Mubyarto, ekonom kerakyatan yang dikenal luas lewat gagasan ekonomi Pancasila.
Momen nostalgia tersebut menjadi pengingat bahwa relasi antara Presiden Prabowo dengan dunia akademik sudah terjalin lama, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala Negara. Sentuhan personal ini turut menghidupkan suasana forum yang sebagian besar diisi pembahasan kebijakan dan data.
Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 pada akhirnya bukan sekadar pertemuan seremonial antara pemerintah dan kampus. Forum ini menjadi penegasan arah baru: bahwa riset, inovasi, dan sumber daya manusia unggul akan menjadi fondasi utama dalam strategi kemandirian ekonomi dan kesejahteraan Indonesia ke depan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.