Tak hanya itu, lebih dari 635 mitra kolaborasi dari perguruan tinggi dan kementerian turut berpartisipasi dalam ajang ini. Skala kehadiran sebesar ini menunjukkan betapa pemerintah menempatkan dunia kampus sebagai mitra strategis, bukan sekadar penonton dalam agenda pembangunan nasional.
KSTI sendiri bukan inisiatif baru. Forum ini pertama kali digagas Presiden Prabowo dan diselenggarakan di ITB pada Agustus 2025, sebelum kini berkembang menjadi forum nasional yang lebih besar dengan keterlibatan ribuan akademisi dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kalangan guru besar dan akademisi adalah putra-putri terbaik bangsa. Ia menilai potensi kampus harus benar-benar digerakkan jika Indonesia ingin bangkit dan maju di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Sesi pembukaan turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran menteri Kabinet Merah Putih, hingga Jaksa Agung. Kehadiran para pejabat tinggi negara ini menegaskan posisi strategis forum akademik tersebut dalam kalender kerja pemerintahan.
Setelah seremoni pembukaan, Presiden Prabowo langsung menggelar pertemuan tertutup bersama para rektor dan akademisi. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa sesi pertama lebih banyak diisi paparan dasar dari Kepala Negara, sementara sesi tanya jawab dijadwalkan pada hari-hari berikutnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.