Selain soal pemerintahan, momen penutupan ini juga menjadi penanda berakhirnya rangkaian panjang Munas dan Konbes yang sebelumnya digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. Para peserta lebih dulu menjalani ziarah ke makam pendiri NU sebelum bergeser ke Bangkalan untuk penutupan resmi.
Pemilihan Bangkalan sebagai lokasi penutupan pun tak lepas dari pertimbangan historis. Wilayah ini dikenal sebagai tempat bermukimnya Syaikhona Kholil, ulama kharismatik yang menjadi guru spiritual dari para pendiri NU.
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kesediaan Prabowo hadir di tengah kesibukan negara. Gus Yahya, sapaan akrabnya, menilai kehadiran presiden melengkapi kebahagiaan NU usai merampungkan seluruh agenda strategis forum tersebut.
Munas dan Konbes NU 2026 sendiri turut menyepakati pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang akan digelar pada 1 hingga 5 Agustus 2026. Sejumlah daerah, termasuk Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatra Barat, telah mengajukan diri sebagai calon lokasi penyelenggaraan.
Penabuhan kenteng oleh Prabowo dan jajaran PBNU pada akhir acara menjadi simbol kuat dari forum ini. Bukan hanya menandai berakhirnya rangkaian permusyawaratan, tetapi juga penguatan komitmen bersama untuk terus mengabdi bagi kemaslahatan bangsa ke depan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.