Pesan itu disampaikan di hadapan sekitar 1.500 tamu undangan yang memadati venue, termasuk para kiai sepuh dan kader NU dari berbagai daerah. Suasana hening menyimak setiap kalimat yang dilontarkan presiden tentang arah hubungan negara dan umat.

Tak berhenti di soal sinergi keagamaan, Prabowo juga menyentuh isu yang lebih konkret: tata kelola pemerintahan. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dari praktik korupsi.

Presiden secara khusus menyoroti pemberantasan kebocoran anggaran negara. Menurutnya, kebocoran semacam itu selama ini menjadi penghambat utama bagi optimalisasi manfaat kekayaan alam Indonesia bagi rakyat.

Ia menambahkan bahwa seluruh kekayaan negara, mulai dari sumber daya alam hingga aset strategis lainnya, harus dikelola secara maksimal. Tujuannya satu, kata Prabowo, yakni memastikan hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas, bukan segelintir pihak.

Pernyataan ini disambut hangat oleh hadirin, mengingat isu tata kelola anggaran dan pemberantasan korupsi memang menjadi perhatian publik belakangan ini. Forum NU yang dihadiri tokoh lintas latar belakang dianggap momentum tepat untuk menegaskan kembali komitmen tersebut.



Follow Widget