JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Sembilan warga negara Indonesia akhirnya kembali menghirup udara bebas setelah sempat ditangkap oleh pihak Israel. Kabar ini disambut hangat oleh Majelis Ulama Indonesia, yang menilai keberhasilan tersebut sebagai bukti nyata bahwa negara tidak menutup mata terhadap nasib warganya di luar negeri.
Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, menyampaikan rasa syukurnya atas pembebasan tersebut pada Sabtu, 23 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa perjuangan membebaskan warga negara dari situasi berbahaya di luar negeri merupakan kewajiban konstitusional yang tidak bisa ditawar.
Bagi MUI, momen ini bukan sekadar keberhasilan diplomatik biasa. Ini adalah penegasan bahwa kehadiran negara harus dirasakan oleh setiap warganya, di mana pun mereka berada dan dalam kondisi apa pun.
Buya Amirsyah mengingatkan bahwa fungsi negara jauh melampaui sekadar urusan administratif. Negara memikul tanggung jawab moral dan konstitusional untuk hadir di garis terdepan ketika warganya menghadapi ancaman, terlebih saat mereka tengah menjalankan misi kemanusiaan di zona konflik.
Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa dinamika global yang semakin tidak menentu menuntut negara untuk lebih sigap dan responsif. Ketidakhadiran negara di saat kritis bukan hanya kegagalan birokrasi, melainkan pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat.
MUI merinci sejumlah fungsi utama negara yang harus berjalan beriringan. Pertama adalah fungsi pengaturan kehidupan sosial demi mencegah konflik dan menjaga stabilitas nasional. Tanpa tatanan yang jelas, masyarakat rentan terjerumus dalam kekacauan yang merugikan semua pihak.
Fungsi perlindungan menjadi sorotan berikutnya. Negara wajib menjaga warga dan wilayahnya dari berbagai ancaman, baik yang datang dari luar perbatasan maupun yang tumbuh dari dalam. Pembebasan sembilan WNI dari Israel adalah contoh konkret bagaimana fungsi ini harus diwujudkan, bukan hanya dijanjikan.
Aspek kemakmuran dan kesejahteraan juga tak luput dari perhatian MUI. Buya Amirsyah menegaskan bahwa negara harus mampu mengelola ekonomi secara berkeadilan, memastikan akses pendidikan yang merata, layanan kesehatan yang terjangkau, dan pengelolaan sumber daya alam yang berpihak pada rakyat.
Tidak kalah penting adalah fungsi keadilan. MUI mendesak agar penegakan hukum di Indonesia berjalan tanpa tebang pilih. Lembaga peradilan harus menjadi benteng terakhir yang melindungi hak-hak setiap warga negara, tanpa memandang latar belakang, status sosial, maupun afiliasi politik.
Pesan ini terasa relevan di tengah berbagai sorotan terhadap ketidakkonsistenan penegakan hukum di Tanah Air. Ketika keadilan menjadi barang mewah bagi sebagian orang, kepercayaan publik terhadap institusi negara akan terus terkikis.
MUI juga mengangkat isu pertahanan dalam konteks yang lebih luas. Di era modern, ancaman terhadap kedaulatan bangsa tidak selalu datang dalam wujud senjata dan pasukan militer. Perang informasi yang mengaburkan fakta, krisis pangan yang bisa memicu gejolak sosial, hingga disrupsi teknologi yang mengancam tatanan ekonomi — semuanya adalah medan pertempuran baru yang tak kalah berbahaya.
Buya Amirsyah menegaskan bahwa kesiapan menghadapi ancaman nonmiliter ini harus menjadi bagian integral dari strategi pertahanan nasional. Negara tidak bisa lagi bersikap reaktif; dibutuhkan antisipasi yang terencana dan sistematis.
Dalam konteks pembebasan sembilan WNI dari Israel, MUI melihat sebuah preseden positif yang patut dijaga. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi yang gigih, didukung komitmen politik yang kuat, mampu menghasilkan hasil nyata bagi warga negara yang membutuhkan perlindungan.
Pemerintah Indonesia, melalui saluran diplomatiknya, berhasil membuktikan bahwa tekanan internasional dapat dimanfaatkan secara efektif untuk melindungi kepentingan warga negara. Ini adalah pelajaran berharga yang harus terus dirawat sebagai standar, bukan pengecualian.
MUI berharap keberhasilan ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk semakin memperkuat mekanisme perlindungan WNI di luar negeri. Sistem deteksi dini, jaringan konsuler yang responsif, dan protokol evakuasi yang terstandar adalah investasi penting yang tidak boleh diabaikan.
Pada akhirnya, kepercayaan warga negara kepada negaranya dibangun dari akumulasi tindakan nyata, bukan sekadar retorika. Setiap kali negara berhasil hadir di saat warganya paling membutuhkan, ikatan antara rakyat dan negara semakin kukuh.
FAQ
Mengapa MUI memberikan apresiasi atas pembebasan sembilan WNI dari Israel?
MUI menilai keberhasilan pembebasan sembilan WNI sebagai bukti nyata fungsi perlindungan negara terhadap warganya, sekaligus menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan di mana pun warga berada.
Apa saja fungsi utama negara yang ditekankan MUI dalam pernyataannya?
MUI menekankan lima fungsi utama negara: pengaturan kehidupan sosial, perlindungan warga dari ancaman dalam dan luar negeri, pengelolaan kemakmuran dan kesejahteraan, penegakan keadilan hukum tanpa diskriminasi, serta pertahanan dari ancaman militer maupun nonmiliter.
Apa yang dimaksud MUI dengan ancaman nonmiliter terhadap kedaulatan bangsa?
Menurut Buya Amirsyah, ancaman nonmiliter mencakup perang informasi, krisis pangan, dan disrupsi teknologi yang berpotensi mengganggu stabilitas dan persatuan bangsa meski tidak berbentuk serangan bersenjata.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.