Pemerintah menaruh harapan besar pada kerja sama ini. Selain mendatangkan investasi segar, kemitraan dengan Hisense diharapkan mendorong transfer teknologi yang selama ini menjadi salah satu kelemahan struktural industri manufaktur Indonesia. Dengan transfer teknologi yang nyata, Indonesia tak lagi sekadar menjadi pasar konsumen, melainkan juga produsen yang kompetitif.
Penciptaan lapangan kerja juga menjadi salah satu target utama. Di tengah tantangan penyerapan tenaga kerja yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah, investasi sektor industri dari perusahaan sekelas Hisense bisa menjadi angin segar bagi jutaan pencari kerja Indonesia.
Danantara, sebagai badan pengelola investasi yang lahir dari reformasi struktural pemerintahan Prabowo, kembali menunjukkan perannya sebagai ujung tombak dalam menarik komitmen investasi asing. Ini bukan kali pertama Danantara menjadi jembatan antara kepentingan nasional dan modal global—sebelumnya lembaga ini telah menjalin sejumlah kesepakatan strategis dengan berbagai mitra internasional.
MoU yang ditandatangani hari itu memang baru bersifat awal—sebuah komitmen untuk menjajaki, bukan kontrak final. Namun dalam diplomasi ekonomi, justru di sinilah segalanya dimulai. Kepercayaan dibangun, peluang dijajaki, dan dari sana tumbuh kemitraan yang bisa bertahan dalam jangka panjang.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.