Pemerintah, kata Meutya, memang telah dan terus melakukan pemutusan akses serta penindakan hukum terhadap situs dan aplikasi judi ilegal. Namun pendekatan itu saja tidak cukup. Setiap kali satu pintu ditutup, pintu lain terbuka. Yang dibutuhkan adalah kesadaran yang tumbuh dari dalam.
“Yang terpenting adalah menjangkau masyarakat luas dengan fakta-fakta ini, sehingga kesadaran tumbuh dari dalam keluarga dan komunitas,” tegasnya.
Dampak judi online ternyata tidak hanya dirasakan oleh mereka yang langsung terjerat. Perempuan dan anak-anak menjadi korban diam-diam yang paling rentan. Banyak istri dan ibu kehilangan tulang punggung ekonomi keluarga ketika suami atau ayah mereka kecanduan judi online.
Akibatnya berlapis: keuangan keluarga hancur, keharmonisan rumah tangga retak, hingga dalam kasus-kasus yang lebih gelap, berujung pada kekerasan dalam rumah tangga. Meutya mengaku telah mendengar langsung berbagai kisah pilu dari masyarakat.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.