“Kalau ekonom memandang kebijakan fiskal kita berantakan, mereka suruh lihat deh kebijakan negara-negara Eropa berapa defisitnya. Utangnya berapa,” ujar Purbaya.
Rasio utang Indonesia saat ini berada di kisaran 40 persen terhadap PDB. Angka itu jauh di bawah batas yang ditetapkan undang-undang, yakni 60 persen, dan juga lebih rendah dibanding banyak negara maju yang rasio utangnya sudah melampaui 100 persen PDB.
Dengan perbandingan itu, Purbaya merasa posisi Indonesia justru patut mendapat apresiasi, bukan kritikan.
“Kita masih bagus, harusnya ekonom memuji kita,” kata Purbaya.
Pernyataan itu memang bernada percaya diri. Namun di baliknya, ada pesan yang lebih substantif: bahwa pemerintah ingin menunjukkan pengelolaan fiskal nasional bukan sedang dalam kondisi darurat, melainkan tetap terukur dan terkendali di tengah berbagai tekanan program sosial.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.