Untuk memperkuat pengawasan, BGN saat ini tengah merancang portal digital terintegrasi yang dapat diakses publik secara real-time. Platform ini akan memuat data lengkap mulai dari daftar sekolah penerima, menu makanan harian, hingga lokasi dapur produksi yang melayani masing-masing sekolah.
Akses ke portal cukup menggunakan nomor identitas peserta didik. Orang tua nantinya bisa memantau menu yang disajikan setiap hari sekaligus mengetahui dapur mana yang memproduksi makanan tersebut. BGN juga akan menyertakan profil lengkap beserta identitas resmi setiap SPPG dalam sistem tersebut.
Langkah digitalisasi ini menjadi bagian penting dari upaya BGN menekan celah penyimpangan. Dengan transparansi berbasis data, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pengawas aktif program yang dibiayai oleh uang negara.
Kehadiran portal digital ini sekaligus menjadi sinyal bahwa BGN serius mendorong akuntabilitas MBG ke level berikutnya. Tidak cukup hanya dengan larangan dan sanksi, pengawasan berbasis teknologi diharapkan mampu menutup celah yang selama ini sulit dijangkau oleh mekanisme pengawasan konvensional.
Program MBG terus berkembang dan berbenah. Dari larangan penggunaan bahan subsidi hingga rancangan portal pengawasan digital, pemerintah tampak berupaya membangun fondasi program yang bukan hanya besar secara cakupan, tetapi juga kuat secara integritas.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.