Manfaat yang dirasakan Fitriani bukan sekadar soal angka pengeluaran yang berkurang. Ia mengakui bahwa salah satu tantangan terbesar sebagai orang tua yang memiliki banyak kesibukan adalah menyiapkan bekal yang bergizi setiap pagi. Waktu yang terbatas kerap membuat menu bekal menjadi seadanya, jauh dari ideal untuk pertumbuhan anak.

Program MBG, menurutnya, hadir mengisi celah itu. Menu yang diterima anaknya terdiri atas nasi, lauk pauk, sayuran, buah, dan susu. Variasi itu sulit ia penuhi sendiri setiap hari, terlebih jika harus dilakukan dalam waktu sempit di pagi hari sebelum berangkat bekerja.

Yang membuat Fitriani lebih lega lagi, anak-anaknya tidak pernah sekalipun mengeluhkan rasa atau variasi menu MBG. Justru sebaliknya, setiap pulang sekolah mereka dengan antusias menceritakan apa yang mereka makan siang itu. Bagi seorang ibu, mendengar cerita semacam itu adalah ketenangan tersendiri.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mulai bergulir secara bertahap di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sinjai. Program ini dirancang untuk memastikan anak-anak usia sekolah mendapatkan asupan gizi yang cukup setiap harinya, sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga, khususnya dari segmen menengah ke bawah.

Di Sinjai, pelaksanaan program ini melibatkan koordinasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan unit layanan yang bertugas mendistribusikan makanan langsung ke sekolah-sekolah. Kendati pada hari tersebut terjadi penghentian sementara, layanan disebut segera kembali berjalan setelah kendala teknis diselesaikan.



Follow Widget