Munafri Arifuddin menekankan pentingnya sinergi yang solid antara pemerintah daerah, TNI, dan kepolisian. Koordinasi tidak cukup hanya di level atas — ia harus menyentuh akar rumput, turun hingga ke kecamatan dan kelurahan, agar pengawasan benar-benar merata dan tidak ada celah yang luput dari pantauan.

Pendekatan ini bukan sekadar formalitas. Wali kota memahami bahwa perayaan kemerdekaan bukan hanya soal seremonial upacara bendera di pagi hari. Rangkaian kegiatan yang panjang, mulai siang hingga malam, membutuhkan stamina pengamanan yang terencana dan terkoordinasi dengan baik antar lini.

Forkopimda sendiri merupakan forum strategis yang mempertemukan unsur pimpinan daerah — mulai dari kepala daerah, unsur TNI, hingga kepolisian — untuk membahas isu-isu yang memerlukan respons lintas sektor. Pengamanan perayaan kemerdekaan adalah salah satu agenda yang secara rutin mendapat perhatian serius dalam forum ini.

Kota Makassar, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus salah satu kota terbesar di kawasan timur Indonesia, selalu menjadi pusat perayaan kemerdekaan yang meriah. Namun skala kemeriahannya itulah yang sekaligus menuntut kesiapsiagaan ekstra dari seluruh unsur keamanan dan pemerintahan.

Warga Makassar dikenal antusias menyambut HUT RI. Tradisi lomba-lomba kemerdekaan, panggung hiburan rakyat, hingga konvoi kendaraan menjadi pemandangan khas yang hampir selalu hadir setiap tahunnya. Tahun ini, dengan peringatan yang mencapai angka ke-81, semangat perayaan diprediksi tidak akan surut.



Follow Widget