Pernyataan paling menohok datang ketika ia menggambarkan betapa rapuhnya fondasi pembangunan yang selama ini dibangun dengan susah payah. “Apa yang butuh puluhan tahun untuk ditegakkan, cukup dalam delapan minggu perang untuk meruntuhkannya tanpa sisa,” katanya, menggambarkan kecepatan kehancuran yang jauh melampaui laju pemulihan.

Di sisi lain, upaya diplomatik di tingkat tertinggi PBB belum membuahkan hasil yang diharapkan. Rencana Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk membuka koridor aman bagi kapal-kapal pengangkut pupuk melalui Selat Hormuz yang saat ini diblokade masih menemui jalan buntu dan belum mendapat dukungan konkret dari pihak-pihak terkait.

Meski demikian, ada satu celah diplomatik yang patut dicermati. Utusan Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyampaikan bahwa negaranya membuka pintu bagi kapal-kapal di bawah bendera PBB untuk melintas di selat tersebut, dengan syarat permintaan resmi diajukan terlebih dahulu. Pernyataan ini menjadi satu-satunya titik terang di tengah kebuntuan yang menggelayut, meski realisasinya masih menggantung di udara.



Follow Widget