Summarize the post with AI

JAKARTA, PUNGGAWANEWS — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan besarnya potensi ekosistem laut Indonesia dalam mendukung pengendalian perubahan iklim melalui penyerapan karbon. Selain berfungsi sebagai penyangga lingkungan, sektor kelautan juga dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi melalui mekanisme pasar karbon.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyampaikan, Indonesia memiliki potensi pasar karbon sangat besar di sektor perikanan, dengan estimasi mencapai 10 juta ton CO² ekuivalen per tahun. Angka ini mencerminkan kapasitas signifikan ekosistem pesisir dalam menyerap emisi karbon sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis lingkungan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, potensi tersebut berasal dari dua ekosistem utama, yakni mangrove dan lamun. Keduanya dikenal sebagai penyimpan karbon biru yang efektif dan berkelanjutan.

Ia memaparkan, total luasan mangrove yang berada di bawah kewenangan KKP mencapai 997.733 hektare dan diproyeksikan mampu menyerap karbon hingga 6,3 juta ton CO² ekuivalen per tahun. Sementara itu, ekosistem lamun dengan luasan sekitar 860.156 hektare diperkirakan mampu menyerap karbon hingga 3,7 juta ton CO² ekuivalen per tahun.



Follow Widget