Bupati perempuan pertama Sinjai itu juga menyinggung soal harapan terhadap kesinambungan kinerja. Bagi Ratnawati, capaian yang telah diraih di bawah kepemimpinan Anthonie seharusnya menjadi pijakan, bukan titik akhir.
“Prestasi yang beliau raih mudah-mudahan bisa terus dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya,” katanya.
Di balik hubungan kelembagaan yang formal, ada dimensi personal yang turut diungkap Ratnawati dalam malam perpisahan itu. Ia mengenang Anthonie sebagai sosok yang memiliki antusiasme tinggi terhadap —sebuah sisi lain dari seorang hakim yang kerap diasosiasikan dengan formalitas dan ketenangan ruang sidang.
“Saya pribadi punya banyak kenangan tersendiri dengan beliau. Beliau ini pencinta ,” ungkap Ratnawati, yang disambut senyum para hadirin.
Kesan serupa juga dirasakan dari sisi Anthonie sendiri. Kepada hadirin yang memenuhi pendopo, ia menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Pemerintah Kabupaten Sinjai dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama dirinya bertugas. Baginya, masa pengabdian di Sinjai meninggalkan kenangan yang tak mudah dilupakan.
Anthonie juga menyisipkan pesan yang lebih dari sekadar ucapan perpisahan. Ia berharap dukungan dan koordinasi yang selama ini terjalin antara pemerintah daerah dan Pengadilan Negeri Sinjai tidak berhenti bersamanya, melainkan terus mengalir kepada pemimpin yang akan menggantikan posisinya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.