PUNGGAWANEWS, SWISS – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membawa pengalaman dan gagasan Kota Makassar dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas ke forum internasional United Nations Forum of Mayors 2026 yang berlangsung di Jenewa, Swiss, 12–13 Oktober 2026.

Dalam forum yang mempertemukan para pemimpin kota dari berbagai negara tersebut, Munafri menegaskan bahwa keselamatan jalan raya harus dibangun melalui perubahan perilaku masyarakat, bukan hanya melalui pembangunan infrastruktur maupun penguatan regulasi.

Menurutnya, pendidikan menjadi kunci utama dalam menciptakan generasi pengguna jalan yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.

“Pendidikan lalu lintas sangat penting untuk dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah agar siswa memahami bagaimana berkendara dengan aman, menjaga diri sendiri, sekaligus melindungi pengguna jalan lainnya,” ujar Munafri saat menyampaikan pandangannya dalam sesi pembahasan mobilitas perkotaan (urban mobility).

Ia menjelaskan, anak-anak dan generasi muda perlu diperkenalkan sejak dini terhadap konsep keselamatan berkendara, mulai dari mengenali risiko di jalan, memahami batas kecepatan, hingga memilih moda transportasi yang aman dan ramah lingkungan.

Bagi Munafri, membangun budaya tertib berlalu lintas merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan kota.

“Pengemudi masa depan harus dipersiapkan sejak dini. Mereka perlu memahami bahwa kecepatan yang aman, kepatuhan terhadap aturan, dan pilihan transportasi yang tepat adalah bagian dari tanggung jawab bersama,” katanya.

Kehadiran Makassar dalam forum tersebut menjadi perhatian tersendiri. Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, Makassar menjadi satu-satunya daerah yang mendapat kesempatan berpartisipasi dalam agenda global tersebut bersama lebih dari 60 wali kota dari berbagai negara.

Forum yang berlangsung di lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menjadi ruang pertukaran pengalaman antar-kota dalam menghadapi berbagai tantangan perkotaan, termasuk persoalan transportasi, keselamatan publik, dan pembangunan berkelanjutan.

Munafri menilai tantangan mobilitas perkotaan saat ini tidak dapat diselesaikan melalui satu pendekatan saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sektor pendidikan, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Keselamatan manusia harus menjadi dasar dalam membangun sistem mobilitas masa depan. Langkah besar bisa dimulai dari hal sederhana, yakni membangun kesadaran sejak usia sekolah,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa keterlibatan Makassar dalam forum internasional tersebut menjadi peluang untuk bertukar gagasan dengan kota-kota dunia lainnya dalam menghadapi persoalan transportasi yang semakin kompleks.

“Mulai dari pendidikan, infrastruktur, kebijakan, hingga perubahan perilaku masyarakat, semuanya harus berjalan bersama,” tambah Munafri.

Dalam rangkaian kegiatan forum tersebut, Munafri juga bertemu dengan Jean Todt, mantan Presiden Federation Internationale de l’Automobile (FIA) dan mantan pimpinan Ferrari yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keselamatan Jalan Raya (UN Special Envoy for Road Safety).

Pertemuan tersebut memperkuat komitmen bersama bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan isu global yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah kota hingga masyarakat.

Melalui keikutsertaan di forum dunia itu, Makassar menunjukkan komitmennya untuk ikut berkontribusi dalam membangun sistem transportasi perkotaan yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan. (*)



Follow Widget