Namun pada Jumat malam, sekitar pukul 18.45 WIB, Nola mendadak mengeluhkan sesak napas dan tubuh yang terasa panas. Tim kesehatan satuan pendidikan langsung memberikan penanganan awal sebelum merujuknya ke IGD Rumah Sakit Singkawang, lalu dipindahkan ke RSUD Abdul Aziz Singkawang.
Di rumah sakit itulah kondisinya memburuk drastis. Jantung Nola berhenti berdetak di tengah upaya resusitasi dan kardioversi, dan pada pukul 21.03 WIB ia dinyatakan meninggal dunia, meski sebelumnya tercatat lolos seleksi kesehatan dengan catatan kelebihan berat badan.
Menghadapi gelombang sorotan publik, Ketut menegaskan satu hal penting: latihan SPPI tidak pernah dirancang sebagai pendidikan militer untuk mencetak prajurit tempur. Program ini sejak awal disusun dengan mempertimbangkan latar belakang peserta sebagai warga sipil biasa, bukan personel militer yang terbiasa dengan tekanan fisik ekstrem.
Penekanan pelatihan, lanjut Ketut, justru diarahkan pada pembentukan mental dan karakter. Daya juang, kerja sama, rasa tanggung jawab, serta kemampuan memecahkan masalah menjadi tujuan utama, bukan kemampuan bertarung atau ketahanan fisik di medan perang.
Proses pelatihan sendiri berjalan secara berjenjang dan berkelanjutan. Setelah fase kedisiplinan dan bela negara—yang mencakup kegiatan ringan seperti senam, jalan, peraturan baris-berbaris, dan penghormatan militer—peserta kemudian masuk ke materi manajerial yang diampu langsung oleh Kementerian Koperasi untuk program KDKMP dan Kementerian Kelautan untuk program KNMP.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.