Rohmat mengakui bahwa kebakaran yang masih terjadi dan dampak asap yang dirasakan masyarakat menjadi alasan kuat untuk terus memperkuat operasi sekaligus mengevaluasi efektivitas semua langkah yang telah diambil. “Kami memahami masyarakat membutuhkan hasil nyata, api terkendali, asap berkurang, dan kehidupan kembali berjalan aman,” kata Rohmat.
Mengakhiri pernyataannya, Rohmat menegaskan kembali komitmen Kemenhut sambil membuka diri terhadap kritik yang konstruktif. “Kami terbuka terhadap kritik dan informasi yang dapat memperkuat penanganan. Pada saat yang sama, kami perlu meluruskan anggapan bahwa pemerintah diam. Personel dikerahkan, pemadaman berjalan, masyarakat didampingi, satwa ditangani, dan pelanggar ditindak,” tutupnya.
Di balik kepulan asap dan angka-angka kebakaran yang terus mengalir, ada ribuan manusia yang bekerja tanpa banyak sorotan, di tengah panas, kabut, dan risiko yang nyata. Mungkin hasilnya belum terasa cukup oleh banyak pihak, termasuk Greenpeace. Namun menyebut pemerintah diam adalah kesimpulan yang terlalu cepat untuk sebuah bencana yang kompleksitasnya jauh melampaui apa yang tampak dari layar kaca.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.