“Kami tegaskan kepada seluruh kelompok penyelenggara untuk berkoordinasi aktif dengan petugas resmi dan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku,” ujar Hasan.
Ternyata, masalah koordinasi inilah yang menjadi akar dari banyak insiden yang menimpa jemaah Indonesia di Tanah Suci selama ini.
Layanan Tetap Berjalan, Kendala Penerbangan Teratasi
Di tengah insiden tersebut, pemerintah memastikan pelayanan jemaah tidak terganggu. Jemaah kloter SUB 16 dan PDH 5 yang sebelumnya mengalami penundaan penerbangan kini telah tiba di Madinah.
Hasan juga mengimbau jemaah agar senantiasa menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, dan tidak mudah tergiur tawaran di luar program resmi. Keselamatan, kata dia, adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.
“Keselamatan jemaah adalah yang utama dan tidak bisa ditawar,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.