Ia menambahkan, Indonesia hanya bisa maju dan sejahtera jika semua pihak, tanpa memandang latar belakang etnis, diberi kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi negara. Sebuah pesan sederhana, namun sarat makna di tengah lanskap keberagaman Indonesia.

Sementara itu, di Makkah, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak telah lebih dahulu tiba di Tanah Suci. Ia melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram bersama Wakil Menteri Pertahanan Doni Ermanto dan Wakil Menteri Perhubungan Suntana.

Rangkaian ibadah umrah wajib dijalani dengan khidmat. Diawali dengan tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali, dilanjutkan salat sunah dua rakaat, kemudian doa yang dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan di hadapan Ka’bah. Setelahnya, rombongan melakukan sa’i antara Shafa dan Marwa, sebelum mengakhiri ibadah dengan tahalul—mencukur rambut sebagai syarat wajib haji.

Dahnil sempat ditanya wartawan Kompas TV mengenai doa yang ia panjatkan saat tawaf. Dengan tenang, ia menjawab bahwa doa terbesar yang ia mohonkan adalah kesuksesan penyelenggaraan haji 2026—agar seluruh jemaah bisa menjalani ibadah dengan lancar, aman, nyaman, dan mabrur.