Bagi Budi Waseso, mengenang para pendahulu bukan sekadar ritual tahunan yang bersifat seremonial. Ziarah ini menjadi cermin bagi generasi penerus untuk memahami dari mana Gerakan Pramuka berasal dan ke mana seharusnya ia melangkah.
Ia menegaskan bahwa setiap fasilitas, setiap program, dan setiap nilai yang dijalankan Pramuka hari ini merupakan hasil dari kerja keras dan kepedulian para tokoh terdahulu. Mengenang mereka berarti memperbarui komitmen untuk meneruskan warisan yang telah dibangun.
Salah satu warisan paling nyata itu adalah Bumi Perkemahan Cibubur. Kawasan yang selama ini menjadi jantung kegiatan kepramukaan nasional tersebut disebut Budi Waseso tidak lepas dari perhatian besar Ibu Tien Soeharto terhadap perkembangan Gerakan Pramuka semasa hidupnya.
Karena itulah, ziarah ke Giribangun memiliki makna khusus. Pemanfaatan Bumi Perkemahan Cibubur dalam penyelenggaraan Jamnas XII menjadi salah satu bentuk nyata meneruskan cita-cita almarhum dan almarhumah.
“Kita bisa melaksanakan ini karena peninggalan Bu Tien Soeharto. Kita sebagai penerus melanjutkan keinginan almarhum dan almarhumah. Ini wujud syukur kita dan diharapkan melahirkan generasi yang unggul,” kata Budi Waseso dengan nada penuh penghormatan.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.