Di luar penandatanganan MoU dan peresmian pusat pelatihan, acara ini juga diwarnai dengan serangkaian agenda simbolis yang tak kalah penting. Dilakukan penyerahan Kartu Tanda Anggota Gerakan Pramuka kepada sejumlah pihak, sebuah simbol penerimaan resmi ke dalam keluarga besar Pramuka Indonesia.
Puncaknya, Dr. H. Sudaryono menerima penganugerahan tanda penghargaan Satya Wira Utama. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan dedikasi nyata dalam mendukung pengembangan Gerakan Pramuka, khususnya dalam mendorong semangat kemandirian pangan di kalangan generasi muda.
Tema Jamnas XII 2026 sendiri terasa sangat relevan dengan seluruh rangkaian acara hari itu: berkreasi, berinovasi, terampil, dan mandiri untuk mendukung swasembada pangan. Tema ini bukan sekadar slogan. Ia menjadi roh dari setiap kegiatan yang dirancang dalam jambore nasional terbesar yang diikuti belasan ribu Pramuka dari seluruh Indonesia tersebut.
Kolaborasi antara Pramuka dan HKTI menjadi sinyal kuat bahwa organisasi kepanduan Indonesia tidak berdiri sendiri dalam membangun karakter bangsa. Dengan menggandeng institusi seperti HKTI yang memiliki jaringan dan pengalaman luas di bidang pertanian, Gerakan Pramuka memperluas cakupan pendidikannya jauh melampaui kemahiran berkemah dan baris-berbaris.
Di sisi lain, kehadiran belasan ribu Pramuka muda dari berbagai pelosok Indonesia dalam satu lapangan di Bumi Perkemahan Cibubur juga menjadi bukti bahwa minat generasi muda terhadap organisasi kepanduan masih kuat dan menggeliat. Mereka bukan hanya hadir untuk berkumpul, tetapi untuk pulang membawa semangat, keterampilan, dan jaringan baru.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.