Summarize the post with AI

Selain bahan, standar tenaga kerja juga menjadi perhatian utama. Setiap dapur diwajibkan memiliki minimal dua koki utama dan empat asisten yang berasal dari Indonesia. Ketentuan ini diterapkan guna memastikan cita rasa masakan tetap sesuai dengan lidah jemaah.

Menurut Beny, seluruh dapur telah mencapai kesiapan penuh menjelang operasional. Sekitar sepuluh hari sebelum pelayanan dimulai, seluruh kebutuhan mulai dari bahan baku hingga tenaga kerja sudah harus tersedia dan siap digunakan.

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah lanjut usia yang jumlahnya cukup besar. Menu makanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya nasi yang diolah menjadi lebih lunak atau bubur agar lebih mudah dikonsumsi.

Di sisi lain, pengawasan terhadap kualitas makanan dilakukan secara berlapis. Mulai dari pemeriksaan bahan baku, proses memasak, hingga penyajian, seluruhnya diawasi ketat. Bahkan, pengujian sampel makanan dilakukan di tiga titik, yakni kantor Daker Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta lokasi tempat jemaah menginap.



Follow Widget