JAKARTA, PUNGGAWANEWS – Lebih dari seratus ribu jemaah haji Indonesia telah menuntaskan kewajiban dam mereka menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Capaian ini menjadi salah satu tonggak penting dalam penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M yang kini tengah memasuki fase paling krusial.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mencatat, sebanyak 100.268 jemaah telah menyelesaikan kewajiban dam melalui tiga skema yang tersedia. Angka tersebut terdiri dari 71.262 jemaah yang memilih program ADAHI di Arab Saudi, 26.901 jemaah yang menuntaskan dam di Indonesia, serta 2.105 jemaah yang melaksanakannya dengan berpuasa sesuai ketentuan fikih yang berlaku.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menyampaikan keterangan ini dari Makkah pada Rabu, 20 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa pemerintah menghormati keberagaman pandangan fikih dalam soal dam, sehingga memberikan ruang seluas-luasnya bagi jemaah untuk menjalankan pilihan sesuai keyakinan masing-masing.
Dam merupakan kewajiban ibadah bagi jemaah yang menjalankan haji tamattu’ atau qiran, sebagai konsekuensi atas penggunaan fasilitas atau pelanggaran tertentu dalam rangkaian ibadah. Nilainya setara dengan seekor kambing yang harus disembelih di Tanah Suci atau diganti dengan ibadah puasa bagi yang tidak mampu secara finansial.




















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.