Angka kematian yang dikumpulkan Kementerian Kesehatan Gaza memperjelas betapa dalamnya luka yang sudah terjadi. Sejak 7 Oktober 2023 hingga kini, sedikitnya 72.760 warga Palestina dilaporkan tewas akibat perang. Bahkan setelah dimulainya periode yang disebut sebagai gencatan senjata pada Oktober lalu, korban jiwa terus bertambah — 871 orang dilaporkan tewas dalam rentang waktu tersebut.
Israel, di sisi lain, mengklaim serangan terbaru juga berhasil menewaskan seorang komandan Hamas bernama Bahaa Baroud. Namun hingga berita ini ditulis, Hamas belum memberikan konfirmasi atas klaim tersebut. Identitas dan peran Baroud pun masih belum dapat diverifikasi secara independen.
Militer Israel turut melaporkan insiden terpisah di zona buffer yang mereka sebut “garis kuning.” Seorang warga Palestina ditembak di kawasan itu dengan alasan dianggap bersenjata dan dianggap mengancam. Keterangan ini, seperti klaim-klaim sebelumnya, belum dapat dikonfirmasi oleh pihak independen.
Di lapangan, kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Akses bantuan internasional masih sangat terbatas, sementara layanan kesehatan dan logistik pangan bertahan dalam kondisi yang kritis. Serangan terhadap dapur komunitas seperti yang terjadi di Deir el-Balah memperparah situasi yang sudah berada di ambang batas.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.