Summarize the post with AI

WALHI juga mengingatkan potensi ancaman fenomena El Niño ekstrem pada 2026, yang kerap disebut “Godzilla El Niño”. Fenomena ini diperkirakan memicu kemarau panjang, krisis air dan pangan, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Pengkampanye Pangan dan Ekosistem Esensial WALHI, Musdalifa, menyebut kelompok yang paling terdampak justru mereka yang paling kecil kontribusinya terhadap krisis, seperti petani kecil, nelayan tradisional, perempuan pesisir, masyarakat adat, dan warga pulau kecil.

Di berbagai daerah, WALHI mencatat bencana ekologis semakin intens terjadi, dari Papua hingga Aceh. Aktivitas pertambangan, mulai dari batu bara hingga nikel, disebut memperparah kerusakan lingkungan dan mengancam sumber penghidupan masyarakat.

Pengkampanye Anti Tambang WALHI, Faizal Ratuela, menegaskan bahwa pertambangan tidak hanya merusak hutan, tetapi juga mengganggu sumber pangan dan ketersediaan air bersih warga.



Follow Widget