Salah satu capaian yang paling mencolok dan menyentuh adalah soal penginapan jemaah haji reguler. Hampir 17 ribu jemaah ditempatkan di zona 1, yakni hotel bintang lima yang berlokasi di sekeliling Masjid Nabawi, Madinah. Yang membuatnya istimewa, sebagian besar dari mereka berasal dari kalangan menengah ke bawah—dan baru pertama kali dalam hidup mereka merasakan fasilitas setara kelas premium itu.

Bayangkan seorang nenek dari pelosok desa yang selama puluhan tahun menabung dan menunggu giliran, kini bisa membuka jendela kamarnya dan melihat kubah Masjid Nabawi. Bukan cerita fiksi—itulah realita haji 2026.

Di balik kelancaran penyelenggaraan ini, ada kerja keras ribuan orang yang tak terlihat kamera. Sekitar 2.000 petugas haji Indonesia bertugas di Tanah Suci dengan penuh dedikasi, memastikan setiap jemaah mendapatkan pelayanan terbaik—dari yang sehat hingga yang membutuhkan perhatian ekstra.

Para petugas itu bekerja dari sebelum fajar hingga larut malam. Mereka mengurus jemaah yang tersesat, membantu yang sakit, memandu yang bingung, dan memastikan tak satu pun warga Indonesia tertinggal di tengah jutaan orang dari seluruh penjuru dunia yang memadati kota suci.

Merespons laporan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras. Ia menegaskan bahwa melayani jemaah haji adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang harus terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.



Follow Widget