MAKASSAR, PUNGGAWANEWS – Kepanikan melanda ribuan warga di sejumlah wilayah pesisir Indonesia pada Sabtu pagi ini. Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur sekitar pukul 05.58 WIB, memicu gelombang tsunami yang menghantam pesisir NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara hampir bersamaan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk empat provinsi tersebut. Warga yang berada di kawasan pantai bergerak cepat menyelamatkan diri, sebagian besar menggunakan kendaraan roda dua bersama anggota keluarga mereka menuju dataran lebih tinggi.

Di Kabupaten Sikka, NTT, suasana mencekam terlihat jelas. Ribuan warga tampak memadati jalanan dalam satu arak-arakan evakuasi massal, meninggalkan kawasan pesisir menuju perbukitan di sekitar wilayah Nago dan Vika. Laporan dari kontributor Metro TV di lapangan menyebut warga bergerak cepat begitu sirene peringatan dini berbunyi.

Tsunami terdeteksi pertama kali sekitar pukul 03.00 waktu setempat di kawasan Sikka, Labuhan Bajo, dan Dompu. Ketinggian gelombang di Sikka tercatat 0,19 meter, sementara di Dompu mencapai 0,17 meter. Meski tidak setinggi gelombang tsunami besar, kecepatan dan luasnya wilayah terdampak membuat situasi tetap berbahaya.

BMKG merinci sejumlah titik yang terdeteksi terdampak gelombang tsunami. Di wilayah Alor, gelombang setinggi 0,14 meter terpantau pada pukul 04.11 WIB. Di Pelabuhan Bajo, ketinggian gelombang mencapai 0,36 meter. Sementara di Bau-Bau, Bulukumba, Flores Timur, Maurole, dan beberapa lokasi lainnya, ketinggian gelombang bervariasi antara 0,14 meter hingga 0,54 meter.

Gelombang yang muncul silih berganti terekam dari pukul 04.11 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Rentang waktu tersebut menjadi fase paling kritis bagi warga yang masih berada di zona merah pesisir.

Di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, sebuah video yang dikirimkan warga lokal memperlihatkan kondisi yang lebih dramatis. Air laut tampak naik dan bergerak masuk ke kawasan pesisir dengan ketinggian bervariasi. Suara kepanikan dan teriakan terdengar dalam rekaman tersebut, menggambarkan betapa cepatnya situasi berubah setelah gempa mengguncang.

BMKG menetapkan dua status ancaman berbeda untuk sejumlah wilayah. Status “Siaga” diberlakukan di wilayah Manggarai Utara, bagian utara Nagekeo, dan Flores Timur di NTT, serta Jeneponto di Sulawesi Selatan. Wilayah-wilayah ini dinilai memiliki potensi dampak lebih besar dari gelombang yang terbentuk akibat gempa tersebut.

Sementara itu, status “Waspada” ditetapkan untuk tiga provinsi. Di NTT, status ini berlaku di kawasan Flores Timur. Di NTB, wilayah Bima dan Dompu masuk dalam kategori ini. Sedangkan di Sulawesi Selatan, kawasan Bajo turut masuk dalam daftar wilayah berstatus waspada.

BMKG mengimbau seluruh masyarakat di kawasan terdampak untuk tetap tenang namun tetap waspada. Warga diminta menjauhi bangunan yang berpotensi runtuh akibat gempa susulan, segera menjauh dari garis pantai, dan bergerak menuju tempat yang lebih tinggi hingga status peringatan dini resmi dicabut.

Evakuasi massal yang terlihat di berbagai wilayah berlangsung dalam suasana panik namun sebagian besar tertib. Aparat setempat dan relawan dilaporkan turut membantu mengarahkan warga menuju titik-titik evakuasi yang telah ditentukan. Jalur-jalur menuju perbukitan menjadi penuh sesak kendaraan dalam waktu singkat setelah peringatan dini dikeluarkan.

Kejadian ini kembali mengingatkan publik akan tingginya risiko bencana di kawasan Indonesia timur, khususnya NTT dan Sulawesi Selatan, yang berada di jalur lempeng tektonik aktif. Gempa dengan magnitudo sebesar ini berpotensi memicu tidak hanya tsunami, tetapi juga kerusakan infrastruktur di wilayah episenter dan sekitarnya.

Hingga laporan ini diturunkan, BMKG masih terus memantau perkembangan dan belum mencabut status peringatan dini tsunami untuk seluruh wilayah terdampak. Masyarakat di kawasan pesisir NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara diminta untuk tidak kembali ke tepi pantai sebelum ada pengumuman resmi dari pihak berwenang.

Pemerintah daerah dan tim SAR nasional disebut tengah bergerak menuju lokasi terdampak untuk melakukan pendataan dan penanganan darurat. Koordinasi lintas lembaga diaktifkan guna memastikan respons bencana berjalan cepat dan terorganisir.

Sumber

FAQ

Apa yang menyebabkan tsunami di NTT dan Sulawesi Selatan hari ini?
Tsunami dipicu oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Nusa Tenggara Timur pada pukul 05.58 WIB. Gempa dengan kekuatan sebesar itu mampu menggerakkan kolom air laut secara masif sehingga memicu gelombang tsunami di wilayah pesisir sekitarnya.

Seberapa tinggi gelombang tsunami yang terjadi dan wilayah mana saja yang terdampak?
Ketinggian gelombang tsunami bervariasi antara 0,14 meter hingga 0,54 meter, terpantau di sejumlah titik seperti Sikka, Pelabuhan Bajo, Dompu, Alor, Bau-Bau, Bulukumba, Flores Timur, dan Selayar. BMKG mencatat gelombang terus terpantau sejak pukul 04.11 WIB hingga 06.00 WIB.

Apa yang harus dilakukan warga yang tinggal di kawasan pesisir terdampak?
BMKG mengimbau warga untuk segera menjauh dari garis pantai, tidak memasuki bangunan yang berpotensi rusak akibat gempa susulan, dan bergerak ke tempat lebih tinggi. Warga juga diminta tidak kembali ke kawasan pesisir sebelum ada pengumuman resmi pencabutan status peringatan dini tsunami.



Follow Widget