Suara Belgia berpadu dengan sikap Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez yang lebih dahulu mendesak Uni Eropa memutus hubungan dagang dengan Israel. Ini bukan tuntutan kecil. Selama lebih dari dua puluh tahun sejak perjanjian asosiasi ditandatangani pada 2000, Uni Eropa adalah mitra dagang terbesar Israel. Kini kemitraan itu berada di persimpangan.
Sanchez juga melancarkan kritik keras terhadap operasi militer Israel di Gaza, Lebanon, hingga keterlibatannya dalam konflik dengan Iran. Menurutnya, perang yang dipicu Israel tidak hanya merenggut ribuan nyawa, tetapi juga memicu gelombang pengungsian massal di seluruh kawasan Timur Tengah dan kerugian ekonomi yang nilainya mencapai miliaran euro, yang pada akhirnya paling dirasakan oleh rakyat biasa.
Dalam pentas geopolitik yang lebih luas, Spanyol juga menolak dilibatkan dalam operasi militer terhadap Iran dan mendorong China untuk memainkan peran lebih besar dalam meredam eskalasi konflik yang dinilai mengancam stabilitas global.
Dari Budapest hingga Madrid, dari Brussels hingga Luksemburg, satu garis merah tengah ditarik oleh Eropa: tekanan terhadap Israel dan Netanyahu kini bukan lagi sekadar pernyataan diplomasi, melainkan langkah politik yang sedang bergerak menuju konsekuensi nyata.





















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.