PUNGGAWANEWS, MAKASSAR – Bidang Pengendalian Penduduk Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Makassar terus mematangkan sejumlah program prioritas dalam rangka penguatan pembangunan kependudukan dan pencegahan stunting.
Salah satu langkah strategis yang tengah didorong adalah pengusulan Peraturan Wali Kota tentang Pemanfaatan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan atau PJPK. Regulasi tersebut diusulkan melalui Bagian Hukum agar dapat menjadi dasar pelaksanaan PJPK periode 2025–2029.
Selain penguatan regulasi, DPPKB Kota Makassar juga mulai melakukan pemetaan kegiatan prioritas untuk tahun 2026. Pemetaan ini diarahkan untuk memastikan program-program kependudukan dapat berjalan lebih terukur, tepat sasaran, dan memberi dampak langsung kepada masyarakat.
Sejumlah program Quick Win juga menjadi perhatian utama. Di antaranya program Genting atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, yang bertujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam membantu pencegahan stunting melalui peran sebagai orang tua asuh.
Program lainnya adalah Tamasya atau Taman Asuh Sayang Anak. Program ini akan terus dimaksimalkan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pengasuhan yang lebih baik bagi anak-anak.
DPPKB Makassar juga mendorong pelaksanaan Gati atau Gerakan Ayah Teladan. Melalui program ini, peran ayah diharapkan semakin kuat dalam memberikan perhatian, pendampingan, dan pendekatan emosional kepada anak.
Sementara itu, untuk kelompok lanjut usia, program Lansia Berdaya juga akan terus diperluas. Salah satu bentuk implementasinya adalah pengembangan Sekolah Lansia yang telah berjalan di beberapa lokasi. Bahkan, sebagian peserta telah mengikuti proses wisuda. Ke depan, program Sekolah Lansia Berdaya ditargetkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Kota Makassar.
Melalui sejumlah program tersebut, DPPKB Kota Makassar berharap pelaksanaan agenda pembangunan kependudukan pada tahun 2026 dapat semakin optimal. Fokus utama tetap diarahkan pada penguatan keluarga, peningkatan kualitas pengasuhan, pemberdayaan lansia, serta percepatan penurunan angka stunting di Kota Makassar.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.