SINJAI, PUNGGAWANEWS – Ribuan peserta memadati halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai pada Selasa, 11 Agustus 2026, menyaksikan momen yang tak biasa: sebuah bendera merah putih sepanjang 81 meter dibentangkan sebelum diarak mengelilingi jantung Kota Sinjai. Bukan bendera biasa — kain kebanggaan itu dijahit langsung oleh tangan-tangan muda siswa MAN 1 Sinjai.

Pawai Merah Putih ini digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sinjai dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Angka 81 meter dipilih bukan tanpa alasan — panjangnya selaras dengan usia kemerdekaan bangsa yang genap diraih pada 17 Agustus tahun ini.

Kegiatan diawali dengan pembentangan bendera raksasa di halaman Kantor Kemenag Sinjai. Sorak sorai dan gema semangat langsung pecah saat kain merah putih itu terbentang penuh, membentuk lautan warna yang memukau di bawah langit Sinjai pagi itu.

Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif secara resmi melepas iring-iringan pawai dari halaman Kantor Kemenag. Ribuan peserta yang terdiri dari pegawai Kemenag, para guru, hingga siswa-siswi madrasah se-Kabupaten Sinjai kemudian bergerak bersama, mengusung bendera panjang itu menyusuri jalanan kota.

Pemandangan itu menjadi tontonan menarik bagi warga yang berjejer di pinggir jalan. Merah putih sepanjang 81 meter yang berkibar di atas barisan ribuan peserta memberikan kesan visual yang membekas — sebuah simbol kebangsaan yang tak sekadar dikibarkan, melainkan dirayakan bersama.

Bupati Ratnawati menegaskan bahwa pawai ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar perayaan seremonial. Ia menyebut kegiatan ini sebagai wujud penghormatan nyata kepada para pahlawan yang telah berkorban jiwa dan raga demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Pawai ini bukan sekadar seremonial. Ini bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” tegas Ratnawati di hadapan ribuan peserta.

Pesan itu relevan, terutama di tengah generasi muda yang jauh dari masa perjuangan. Menghadirkan semangat kebangsaan lewat karya nyata seperti menjahit bendera menjadi cara efektif untuk menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.

Yang membuat momen ini semakin istimewa adalah fakta bahwa bendera sepanjang 81 meter tersebut sepenuhnya dibuat oleh siswa MAN 1 Sinjai. Proses penjahitannya menjadi bagian dari kontribusi nyata generasi muda dalam merayakan kemerdekaan, bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku sejarah kecil di lingkungan mereka.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, turut hadir menyaksikan langsung jalannya kegiatan. Kehadirannya menjadi penanda bahwa pawai ini mendapat perhatian serius dari jajaran pimpinan Kemenag di tingkat provinsi.

Ali Yafid tak menyembunyikan kekagumannya. Ia menyebut inisiatif Kemenag Sinjai sebagai sesuatu yang unik dan belum pernah ia saksikan sebelumnya di tempat lain.

“Saya sangat mengapresiasi. Baru kali ini ada pembuatan bendera sepanjang 81 meter yang dibuat langsung siswa madrasah. Ini hal unik dari Kemenag Sinjai,” ujar Ali Yafid.

Apresiasi dari pejabat provinsi itu bukan sekadar basa-basi. Dalam konteks peringatan kemerdekaan yang sering kali terasa serupa dari tahun ke tahun, gagasan melibatkan siswa madrasah dalam proses kreatif pembuatan bendera raksasa adalah terobosan yang patut dicatat.

Kemenag Sinjai memang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan yang menggabungkan nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan. Pawai Merah Putih ini menjadi salah satu bukti nyata bagaimana lembaga keagamaan dapat berperan aktif dalam menghidupkan perayaan nasional di tingkat daerah.

Kegiatan seperti ini juga mempertegas posisi madrasah bukan hanya sebagai lembaga pendidikan berbasis agama, melainkan juga sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem kebangsaan Indonesia. Siswa madrasah terbukti mampu berkontribusi kreatif, tidak hanya dalam bidang ilmu agama, tetapi juga dalam ekspresi kecintaan terhadap tanah air.

Pawai berlangsung meriah dan tertib. Semangat peserta tetap terjaga sepanjang rute yang dilalui, dengan iringan sorak warga yang menyaksikan dari tepi jalan. Bendera merah putih sepanjang 81 meter itu menjadi magnet perhatian di setiap titik yang dilewati.

Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peringatan kemerdekaan paling bermakna adalah yang menyentuh kesadaran kolektif — bukan hanya dirayakan dengan upacara formal, tetapi juga dengan kreativitas, keterlibatan komunitas, dan rasa bangga yang tulus terhadap identitas bangsa.

Di Sinjai, tahun ini, semuanya terangkum dalam 81 meter kain merah putih yang dijahit oleh tangan-tangan muda dari madrasah.

FAQ

Mengapa bendera yang dibuat memiliki panjang 81 meter?

Panjang 81 meter dipilih untuk menyesuaikan dengan HUT ke-81 Republik Indonesia yang diperingati pada 17 Agustus 2026, menjadikan angka tersebut simbol dari usia kemerdekaan bangsa.

Siapa yang membuat bendera merah putih sepanjang 81 meter tersebut?

Bendera raksasa itu dijahit langsung oleh siswa-siswi MAN 1 Sinjai sebagai bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam menyemarakkan perayaan kemerdekaan.

Apa tujuan utama digelarnya Pawai Merah Putih oleh Kemenag Sinjai?

Pawai ini digelar untuk menyemarakkan HUT ke-81 RI sekaligus menanamkan semangat kebangsaan dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan, khususnya di kalangan pegawai, guru, dan siswa madrasah.



Follow Widget