Ali Yafid tak menyembunyikan kekagumannya. Ia menyebut inisiatif Kemenag Sinjai sebagai sesuatu yang unik dan belum pernah ia saksikan sebelumnya di tempat lain.

“Saya sangat mengapresiasi. Baru kali ini ada pembuatan bendera sepanjang 81 meter yang dibuat langsung siswa madrasah. Ini hal unik dari Kemenag Sinjai,” ujar Ali Yafid.

Apresiasi dari pejabat provinsi itu bukan sekadar basa-basi. Dalam konteks peringatan kemerdekaan yang sering kali terasa serupa dari tahun ke tahun, gagasan melibatkan siswa madrasah dalam proses kreatif pembuatan bendera raksasa adalah terobosan yang patut dicatat.

Kemenag Sinjai memang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan yang menggabungkan nilai keagamaan dengan semangat kebangsaan. Pawai Merah Putih ini menjadi salah satu bukti nyata bagaimana lembaga keagamaan dapat berperan aktif dalam menghidupkan perayaan nasional di tingkat daerah.

Kegiatan seperti ini juga mempertegas posisi madrasah bukan hanya sebagai lembaga pendidikan berbasis agama, melainkan juga sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem kebangsaan Indonesia. Siswa madrasah terbukti mampu berkontribusi kreatif, tidak hanya dalam bidang ilmu agama, tetapi juga dalam ekspresi kecintaan terhadap tanah air.



Follow Widget