Bupati Ratnawati menegaskan bahwa pawai ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar perayaan seremonial. Ia menyebut kegiatan ini sebagai wujud penghormatan nyata kepada para pahlawan yang telah berkorban jiwa dan raga demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Pawai ini bukan sekadar seremonial. Ini bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” tegas Ratnawati di hadapan ribuan peserta.

Pesan itu relevan, terutama di tengah generasi muda yang jauh dari masa perjuangan. Menghadirkan semangat kebangsaan lewat karya nyata seperti menjahit bendera menjadi cara efektif untuk menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini.

Yang membuat momen ini semakin istimewa adalah fakta bahwa bendera sepanjang 81 meter tersebut sepenuhnya dibuat oleh siswa MAN 1 Sinjai. Proses penjahitannya menjadi bagian dari kontribusi nyata generasi muda dalam merayakan kemerdekaan, bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku sejarah kecil di lingkungan mereka.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, turut hadir menyaksikan langsung jalannya kegiatan. Kehadirannya menjadi penanda bahwa pawai ini mendapat perhatian serius dari jajaran pimpinan Kemenag di tingkat provinsi.



Follow Widget